Tips Praktis Hitung Roi di Media Social

Setiap usaha mempunyai metodenya masing-masing dalam mengukur ROI fasilitas sosial.

Itu terkait pada apa yang jadi prioritas utama perusahaan kamu. Apakah itu brand awareness, pendapatan, atau kepuasan pelanggan.

Nah, dari riset berkenaan Tren Media Sosial 2024, ternyata para praktisi pemasaran dan pimpinan perusahaan mempunyai cara pandang yang berbeda soal nilai dari fasilitas sosial.

Yuk, kita dapat bahas beberapa langkah praktis dalam mengkalkulasi ROI di fasilitas sosial.

Metrics

1. Lacak metrik yang sesuai bersama tujuanmu

Kamu mesti memahami betul berkenaan bisnismu secara keseluruhan. Apa obyek utamanya, dan bagaimana fasilitas sosial dapat berkontribusi dalam menggapai obyek itu?

Jadi, tidak hanya soal membuahkan penghasilan langsung. Media sosial termasuk dapat membantu dalam perihal retensi, kesadaran merek, dan juga pertalian bersama mitra dan pemasok.

Tapi ingat, fokuslah pada obyek yang paling bisa saja berkontribusi pada obyek bisnismu dengan memakai jasa konten tiktok.

Kemudian, sesudah memilih obyek fasilitas sosialmu, kamu mesti mencari kinerjanya.

Ada banyak metrik fasilitas sosial yang dapat menambahkan wawasan berkenaan sejauh mana strategimu berjalan. Namun, memilih metrik yang pas terlalu mutlak untuk memahami ROI sosialmu bersama baik.

Beberapa metrik yang dapat kamu lacak untuk memperlihatkan ROI meliputi:

Jangkauan (Reach)

Keterlibatan (Engagement)

Kunjungan ke web web

Lead yang dihasilkan

Pendaftaran formulir

Sentimen

Langganan newsletter

Pendaftaran

Konversi

Penjualan/pendapatan yang dihasilkan

Untuk memilih metrik yang tepat, pertimbangkan pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apa tindakan yang paling bisa saja diambil alih oleh audiens sesudah menyaksikan konten fasilitas sosialmu?

Apakah metrik ini mencerminkan obyek bisnismu?

Apakah metrik ini membantumu mengakibatkan ketetapan (apa yang mesti dilaksanakan lebih banyak, apa yang mesti dilaksanakan lebih sedikit, dll)?

Apakah bisa saja untuk mengukurnya bersama akurat dan konsisten?

Selalu periksa metrik-metrikmu secara berkala. Idealnya, kamu mesti mendapatkan laporan otomatis yang dikirimkan ke kotak masukmu sehingga tidak mesti mengingat untuk mengambilnya sendiri.

Fund

2. Hitung cost fasilitas sosialmu

Setelah mengukur nilai yang dihasilkan berdasarkan metrik yang kamu pilih, cara selanjutnya adalah mengkalkulasi cost yang dikeluarkan.

Biaya fasilitas sosial mesti mencakup semua pengeluaran yang dibutuhkan untuk mengakibatkan dan mengirimkan konten. Biaya-biaya ini bisa saja meliputi:

Alat dan langganan untuk manajemen fasilitas sosial

Anggaran kampanye periklanan

Biaya pembuatan konten, termasuk alat, aset, lisensi, dan cost bekerja bersama kreator atau freelancer

Biaya-biaya terus-menerus untuk tim fasilitas sosialmu (gaji, pelatihan, dll.)

Agensi dan konsultan (jika berlaku)

Sebelum menjumlahkan biaya-biaya tersebut, kamu mesti memahami hasil yang kamu cari. Ini dapat berdasarkan periode waktu tertentu, kampanye, format postingan, atau yang lainnya.

Ini dapat membantumu mempersempit biaya-biaya yang dapat dimasukkan dalam totalmu.

Calculate

3. Hitung ROI kamu

Kini, kamu siap untuk memasukkan keseluruhan nilai dan cost ke dalam rumus di atas untuk mengkalkulasi ROI kamu.

Ingat, ROI positif artinya kamu mendapatkan keuntungan dari investasimu, waktu kandungan ROI negatif artinya kamu mengeluarkan lebih banyak dari yang kamu dapatkan.

Ketika mengkalkulasi ROI, memilih periode pelaporan berdasarkan siklus penjualanmu. Penelitian LinkedIn mendapatkan bahwa 77% pemasar mengukur hasil dalam satu bulan pertama kampanye, biarpun siklus penjualan B2B kebanyakan adalah dua bulan.

Siklus penjualan dapat berbeda dari usaha ke bisnis. Jadi, komunikasikan bersama departemen penjualanmu untuk memahami waktu yang pas untuk melaporkan ROI fasilitas sosial.

4. Buat laporan ROI yang memperlihatkan efek fasilitas sosialmu

Sekarang kamu memahami ROI-mu, saatnya untuk share hasil itu. Laporanmu mesti memperlihatkan kepada pemangku keperluan bagaimana upaya fasilitas sosialmu pengaruhi angka-angka bisnis.

Berikut beberapa tips sehingga laporanmu menonjol:

Gunakan template laporan

Gunakan bhs yang simpel (hindari arti tehnis dan akronim)

Hubungkan hasil fasilitas sosialmu bersama obyek usaha yang relevan

Gunakan KPI untuk mencari kemajuan jangka pendek

Sebutkan pemikiran dan batasan, dan jelaskan bersama memahami apa yang dapat (dan tidak bisa) kamu ukur.

Semoga saran ini membantu kamu mengukur ROI fasilitas sosialmu bersama lebih baik. Selamat mengkalkulasi dan melaporkan hasilnya!

Terdapat bermacam cara untuk menaikkan ROI. Apakah kamu memahami bahwa Cross-Channel Marketing termasuk merupakan salah satu cara yang efektif? Ketahuilah Bagaimana Cross-Channel Marketing dapat Meningkatkan ROI

admin Avatar

Liyana Parker

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.